...

Menjadi salah satu pemasok kebutuhan nikel dunia oleh anak bangsa dan memberi kontribusi optimal bagi negara, masyarakat, dan ribuan karyawan, khususnya Indonesia bagian timur.

...

Memiliki 8 jalur produksi dengan kapasitas produksi feronikel ± 829.000 ton/tahun atau logam nikel sebanyak ± 87.000 ton/tahun

...

Menghasilkan feronikel (FeNi) sebagai produk nilai tambah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit dengan kandungan nikel 10.5%.

 

Tentang Feronikel

Feronikel merupakan produk akhir Halmahera Jaya Feronikel (HJF) yang berasal dari hasil peleburan bijih nikel kadar tinggi. Terdiri dari sekitar 10.5% nikel dan 83% besi, produk ini dihasilkan melalui metode peleburan menggunakan energi listrik dalam temperatur tinggi. Ini merupakan produk setengah jadi dalam bentuk ingot dan bermanfaat untuk bahan baku baja industri antikarat, baterai, elektronik, mata uang koin, transportasi, hingga barang-barang keperluan rumah tangga

Humility

Bersikap rendah hati dan mau mendengar pihak lain akan menciptakan kultur/ budaya peduli satu dengan lainnya.

Achievement Oriented

Tercapainya hasil yang terbaik secara terus-menerus berdasarkan standar proses yang berlaku di perusahaan

Respect For Every Individual

Menunjukkan interaksi terhadap sesama dengan kesantunan sesuai adat istiadat ketimuran serta bertoleransi dan berempati terhadap sesama karyawan tanpa memandang posisi/ jabatan

Integrity

Tidak mengenal kompromi dalam hal pertentangan nilai inti di perusahaan, menunjukkan sikap tulus dalam bekerja, serta bertanggung jawab terhadap kesalahan sendiri

Teamwork

Berorientasi pada keberhasilan kelompok dan mempunyai mentalitas berkelimpahan (peduli, menolong, tulus)

Accountability

Menunjukkan upaya yang signifikan saat menghadapi hambatan dalam mengimplementasikan Kebijakan Perusahaan

Tentang Keberlanjutan

Prinsip berkelanjutan dalam operasional Halmahera Jaya Feronikel bukanlah sekadar kata atau mengikuti tren, melainkan sebuah nilai kami untuk berkontribusi dalam bidang ekonomi, sosial, lingkungan, hingga kepatuhan terhadap regulasi dan menjunjung aspek keselamatan dalam setiap aktivitas. Untuk itu, kami berkomitmen melakukan praktik terbaik di setiap aktivitas

Lebih Lengkap

Media HJF

19 SEP
Di Desa Soligi, Harita Nickel Resmikan Rumah Usaha Tangguh Ekonomi

RM.id Rakyat Merdeka - Harita Nickel bersama Pemerintah Desa Soligi meresmikan Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan masyarakat bidang ekonomi di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Halmahera Selatan, Sabtu (17/9).

Program RUTE yang memberdayakan belasan ibu-ibu rumah tangga di tiga dusun di Desa Soligi saat ini berfokus pada optimalisasi komoditas kedelai untuk dijadikan komoditas tempe dan tahu.

Targetnya, bisa mensuplai setiap bulannya 80.000 potong tempe dan tahu untuk kebutuhan konsumsi karyawan Harita Nickel.

Latif Supriadi, Head of Community Affairs Harita Nickel menyatakan program RUTE akan menjadi sentra olahan pangan berbahan baku kedelai hulu-hilir pertama di Halmahera Selatan.

Menurut Latif, RUTE memiliki potensi pemasaran yang sangat tinggi dengan pasar utama adalah perusahaan katering di lingkungan Harita Nickel. Setiap bulannya, ungkap Latif, setidaknya ada dua vendor katering di Harita Nickel yakni PT GDSK dan PT Aden yang membutuhkan tahu dan tempe sekitar 80.000 potong.

“Dengan kebutuhan sebanyak itu potensi keseluruan omset yang bisa diraih RUTE bisa mencapai Rp 330 Juta per bulan,” papar Latif.

Latif menyatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen keberlanjutan dari Harita Nickel.

“Sebelumnya Harita Nickel melakukan pendampingan serta penanaman perdana budidaya kedelai di lahan seluas 2 hektare pada 21 Juli 2022 lalu,” kata Latif.

Latif mengungkapkan, saat ini ada 14 ibu rumah yang menjadi tim penggerak RUTE yang mewakili tiga dusun di Desa Soligi. Tagetnya setelah berproduksi sebanyak-banyaknya, program ini bisa melibatkan warga sesuai mekanisme RUTE.

Dukungan Harita Nickel untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) ini adalah pembentukan dan penguatan kelembagaan, memberikan peralatan produksi tahu & tempe, pelatihan pembuatan tahu dan tempe, manajemen produksi dan akses pasar serta demplot budidaya tanaman kedelai.

“RUTE akan berfokus pada pengoptimalan komoditas kedelai, sehingga produk yang dihasilkan pun masih seputar olahan kedelai mulai dari tahu, tempe hingga susu,” papar Latif.

Hal ini, lanjut Latif didasari dengan kebutuhan pangan dari kedelai untuk konsumsi karyawan Harita Nickel yang cukup tinggi. Sementara untuk suplainya sendiri sejauh ini masih tergolong terbatas.

“Dan ini menjadi salah satu bagian strategi program One Village One Product (OVOP) yang dikembangkan Harita Nickel” terang Latif.

Sementara itu Rusman Baharudin, Koordinator RUTE menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat khususnya Harita Nikel, dengan adanya program RUTE yang saat ini menyentuh Desa Soligi.

“Dengan adanya program RUTE ini masyarakat mendapatkan banyak hal positif terutama soal keterampilan dan kewirausahaan,” kata Rusman.

Rusman berharap program RUTE bisa membawa perubahan yang signifikan untuk Desa Soligi dalam berbagai lini kehidupan dan bisa terus memberikan manfaat ke masyarakat desa.

Dalam acara peresmian RUTE tersebut, Harita Nickel juga turut menghadirkan perwakilan dari PT GDSK dan PT Aden, selaku vendor katering yang bekerja sama dengan perusahaan.

Badri Bakhtiar perwakilan PT GDSK mengungkapkan bahwa saat ini kebutuhan bahan pangan tahu dan tempe yang diolah GDSK didatangkan dari luar Obi dan kualitasnya sudah tidak terlalu bagus ketika sampai di site.

Bakhtiar berharap agar secepat mungkin bisa bekerja sama dengan RUTE dan kelompok RUTE diharapkan bisa memasok produk tahu dan tempe yang berkualitas bagus.

Senada dengan Badri, Ronny, perwakilan dari PT ADEN mengungkapkan bahwa saat ini PT Aden membutuhkan tahu dan tempe yang semuanya didatangkan dari luar Pulau Obi.

Menurut Ronny, PT Aden juga siap bekerja sama dengan kelompok RUTE untuk menerima pasokan kebutuhan tahu dan tempe setiap bulannya.

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas menyatakan program PPM ini merupakan salah satu implementasi dan kepatuhan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kebijakan-kebijakan global seperti penerapan Sustanaible Development Goals (SDGs).

Stevi mengungkapkan Harita Nickel berupaya untuk terus mendorong masyarakat sekitar operasional Harita Nickel dalam rangka peningkatan dan pengembangan ekonomi sehingga bisa meningkatkan tarap hidup ekonomi warga.

“Harita Nickel akan selalu mendukung penuh masyarakat melalui program PPM yang terarah dan untuk Program RUTE di Desa Soligi ini pendampingan dilakukan melalui peningkatan keterampilan serta pendampingan produksi sampai pemasaran produk,” tandas Stevi.

Baca Selengkapnya